Jumat, 27 Juni 2008
Kamis, 26 Juni 2008
Siapakah Tuhan Yesus Kristus?
Leah Hanaja
Dari masa ke masa pertanyaan ini tidak terjawab dengan kepastian di kalangan
masyarakat. Tetap ada pro dan kontra bila ada seseorang memberi jawaban. Tetapi
alangkah baiknya bilamana kita, umat kristiani tidak usah terlibat dalam pertukaran
pendapat itu; oleh sebab kita sendiri dapat memperoleh data-data yang akurat dan kaitmengait
dengat erat, sehingga menunjukkan satu gambaran pribadi Tuhan Yesus,
Juruselamat, Penebus.
Apakah Tuhan Yesus itu manusia? Atau apakah Ia Tuhan, sebagaimana Ia
mengaku? Ia kedua-duanya; Ia manusia sebab dilahirkan dari seorang perempuan, tetapi
"anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus." (Matius 1:20b)
Kelahiran anak ini malahan sudah dinyatakan nabi Yesaya 700 tahun sebelum
Yesus dilahirkan.
“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda:
Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang
anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14)
Marilah kita perhatikan silsilah Yesus Kristus di Mat 1:1-16:
"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan
Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudarasaudaranya,
....'
Dari ayat-ayat sampai dengan ayat 15 tertulis: memperanakkan keturunan yang
berikutnya. Tetapi pada ayat 16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang
melahirkan Yesus, yang disebut Kristus.
Untuk lebih jelas lagi dilanjutkan di Matius 1: 24b,25:
“Ia mengambil Maria sebagai istrinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia
melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.”
Selain nabi Yesaya ada juga seorang nabi lain yaitu Mikha yang tampil sekitar 750
S.M. Ia menyatakan: ay. 1 "Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata , hai yang terkecil
diantara kaum-kaum Yehuda, daripadamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan
memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala; ay. 2b
perempuan yang akan melahirkan, telah melahirkan." (Mikha 5:1 & 2b)
Selama keberadaanNya dibumi ini Tuhan Yesus secara fisik berwujud sebagai
manusia, yang dikenal orang-orang ditempat asalNya Nazaret : “Bukankah Ia ini tukang
kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudarasaudara-
Nya yang perempuan ada bersama kita?" (Markus 6:3a)
Dalam perjalananNya keliling Ia seorang guru yang mengajarkan dengan penuh
wibawa perihal kerajaan Allah BapaNya. Sementara itu Ia mengumpulkan murid-murid
pria dan wanita yang berdatangan dari segala penjuru. Mereka mengikuti Tuhan Yesus
untuk mendengarkan sebelumnya. Lagipula mereka menyaksikan pekerjaan-pekerjaan
ajaib, mujizat-mujizat dan bahkan bagaimana Tuhan Yesus mengusir setan dan tentara
kegelapan atas perintahNya. Peristiwa-perstiwa menakjubkan yang disaksikan ribuan
orang pengikutNya menimbulkan perselisihan pandang yang tajam dikalangan
masyarakat walau perbuatan-perbuatan Tuhan Yesus yang supernatural itu tidak dapat
dipungkiri. Maka rasul Yohanes dengan maksud mau meniadakan keragu-raguan pada
rekan-rekan pengikut Tuhan Yesus tentang pribadiNya menyatakan :
"Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya,
yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat,
supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh
imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. " (Yohanes 20: 30-31)
Bahkan, bukan hanya tanda-tanda itu saja, tetapi Allah Bapa masih juga memberikan
kepada Petrus, Yakub, dan Yohanes khusus suatu penglihatan sosok Tuhan Yesus dalam
kemuliaan ilahi sebagai anak Allah. Tertulis dalam injil Matius 17:1-5 :
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan
bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka
sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya
seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak
kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.Kata Petrus kepada Yesus:
"Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah
kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk
Elia."Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka
dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi,
kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
Kalau Allah Bapa sendiri telah menyatakan kepada ketiga murid Tuhan Yesus itu
baik dengan penglihatan maupun dengan memperdengarkan suaraNya bahwa Tuhan
Yesus adalah anakNya, siapakah dapat menyuruh mereka untuk menyangkali Tuhan
Yesus itu anak Allah?
Dalam sejarah tercatat: kelahiran Tuhan Yesus itu pada waktu pemerintahan kaisar
Romawi Agustus, tetapi penyaliban dan kebangkitan dan kenaikanNya ke surga terjadi
pada pemerintahan kaisar Tiberius (14-37M) pengganti Agustus. Inilah data-data Tuhan
Hanaja, L. Kasih Kekal www.kasihkekal.org May 2005
Yesus Anak Allah sebagai manusia selama keberadaanNya di bumi.
Setelah kenaikanNya ke Surga Ia menyatakan kebersamaanNya dengan Bapa kepada
Stefanus pada saat Stefanus menjelang vonis hukuman mati atas dirinya.
"Tetapi Stefanus yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat
kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya : "Sungguh, aku
melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." (Kisah Para
Rasul 7: 55,56)
Oleh penampakanNya itu hati Stefanus diteguhkan dalam menjalani hukuman mati
bahkan iapun mampu mohonkan ampun bagi pembunuh-pembunuhnya.
Tercatat juga dalam Alkitab bahwa Tuhan Yesus memperlihatkan diriNya kepada
rasul Yohanes yang pada waktu itu diasingkan di pulau Patmos.
Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam
ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman
Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh
dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi
sangkakala, katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan
kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke
Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia." (Wahyu 1: 9-11)
Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku
berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah-tengah kaki
dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai
di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya putih
bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya
mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau
air bah. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya
keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan
matahari yang terik. (Wahyu 1:12-16)
Itulah wujud Tuhan Yesus yang sesungguhnya. Rupa Tuhan Yesus jauh berbeda dari
apa yang Yohanes terbiasa melihatNya ketika Ia ada di bumi; begitu dashyat dan
berkilauan sehingga Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama
seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata:
"Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati,
namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci
maut dan kerajaan maut. (Wahyu 1:17-18)
Demikianlah identitas Tuhan Yesus, Juruselamat, Penebus kita!
Hanaja, L. Kasih Kekal www.kasihkekal.org May 2005
Surat Pontius Pilatus
Kepada Kaisar Tiberius
Ternyata selama masa pemerintahannya sebagai Gubernur Yudea, Pontius Pilatus pernah menulis sebuah
Kepada Yang Mulia Kaisar Tiberius ...
Seorang anak muda telah muncul di Galilea dan atas nama Elohim yang mengutusnya, Dia telah berkhotbah dalam sebuah hukum yang baru, dengan perilaku yang rendah hati. Pada mulanya saya mengira tujuan-Nya adalah untuk menimbulkan gerakan revolusi rakyat untuk melawan pemerintahan Roma. Dugaan saya keliru, Yesus Orang Nazaret itu ternyata bergaul lebih akrab dengan orang Romawi daripada dengan orang Yahudi.
Suatu hari saya memperhatikan, ada seorang anak muda di antara sekelompok orang, sedang bersandar pada sebatang pohon dan berbicara dengan tenang kepada kumpulan orang banyak yang mengelilingi-Nya. Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa itulah Yesus. Terdapat perbedaan yang jelas antara Dia dan orang-orang yang mengelilingi-Nya. Dari rambut dan janggutnya yang pirang, Ia kelihatan seperti "Tuhan" (Lord). Ia berumur sekitar 30 tahun, dan saya belum pernah melihat orang dengan wajah sedemikian simpatik dan menyenangkan seperti Dia. Apa yang membuat Ia kelihatan begitu berbeda dengan orang-orang yang sedang mendengarkan-Nya adalah pada wajah-Nya yang ceria. Karena saya tidak ingin mengganggu-Nya, saya meneruskan perjalanan saya, tetapi saya menyuruh sekretaris saya untuk bergabung dengan mereka dan turut mendengarkan pengajaran-Nya. Kemudian sekretaris saya melaporkan bahwa belum pernah ia membaca karya-karya ahli filsafat manapun yang dapat disejajarkan dengan ajaran Orang itu, dan bahwa Orang itu (Yesus) sama sekali tidak membawa orang ke jalan yang sesat, dan tidak pula menjadi penghasut. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk membiarkan-Nya. Ia bebas untuk melakukan kegiatan-Nya berbicara dan mengumpulkan orang. Kebebasan yang tidak terbatas ini menggusarkan orang-orang Yahudi dan menimbulkan kemarahan mereka. Ia tidak menyusahkan orang miskin, tetapi merangsang kemarahan orang-orang kaya dan para tokoh masyarakat.
Kemudian saya menulis surat kepada Yesus, meminta Ia untuk diwawancarai dalam suatu pertemuan. Ia datang. Pada saat Orang Nazaret itu tiba, saya sedang melakukan jalan pagi. Dan ketika saya memperhatikan-Nya, saya begitu tertegun. Kedua kaki saya serasa dibelenggu oleh rantai besi yang terikat pada lantai batu pualam. Seluruh tubuh saya gemetar bagaikan seorang yang bersalah berat.
Pendapat saya adalah : Seseorang yang mampu mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan menenangkan gelombang laut, tidak bersalah sebagai pelaku perbuatan kriminal sebagaimana dituduhkan oleh orang banyak. Kami harus mengakui bahwa sesungguhnya Ia adalah Putra Elohim.
Pelayan anda yang setia, Pontius Pilatus.
Dari
Manfaat Rokok Bagi Kesehatan!
ROKOK selalu dianggap biang keladi berbagai penyakit. Tapi, membantu mengurangi risiko parkinson. Tentu, bukan berarti semua orang harus merokok.
Parkinson adalah hilang-nya sel-sel otak yang memun-culkan zat kimia dopamin, se-hingga berdampak gemetar, dingin, gerak lambat dan ber-masalah dengan keseimbang-an tubuh.
Laborat di Amerika mempe-lajari 210 pria dan wanita pe-ngidap parkinson dan 310 orang sehat. Hasilnya, pero-kok memiliki risiko lebih rendah sampai 50% terkena pe-nyakit parkinson. Bahkan, pe-rokok berat 70% lebih rendah terkena penyakit itu.
Para peneliti juga menyata-kan, peminum teh dan cola memiliki faktor pengurang ri-siko parkinson ketimbang me-reka yang hanya mengkon-sumsi air putih.
Racun yang ada pada teh atau cola, memungkinkan menghambat perjalanan en-zim penyebab parkinson. Be-gitu juga de-ngan nikotin, sehingga lepas dari perbincangan kanker atau batuk, rokok memiliki kekuatan menghambat atau membu-nuh zat kimia penyebab par-kinson yang masuk sel otak.
Kesimpulannya, nikotin bi-sa membantu melindungi sel-sel otak. Ini bukan anjuran untuk merokok agar tidak ter-kena parkinson. Sebab, ba-nyak cara menghambat zat kimia yang meracuni otak. Dengan sendirinya, bila tidak mengkonsumsi makanan berisiko tinggi, parkinson tidak akan dialami. Buyuten terhindar dari kehidupan orang yang tidak merokok.
Loka n
Artikel ini diambilkan dari situs Minggu Pagi Online http://www.minggupagi.com
Challenge Or Chance?
| Challenge Or Chance? | |
| | |
| | pengarang : J. Williams |
|
Tetap Energik di Tempat Kerja
| Tetap Energik di Tempat Kerja |
| Saat bekerja anda disibukkan dengan banyak kewajiban, aturan, tantangan, tenggat waktu dan masih banyak lagi pekerjaan yang harus dituntaskan. Bahkan mungkin saja membuang waktu untuk hal-hal kecil yang pada awalnya menyenangkan seperti bergosip, chatting, email tak jelas yang menyita banyak waktu, bukan tak mungkin anda akan cepat loyo karena energi yang seharusnya dimanfaatkan dengan efektif akan terkuras. |
| Jika anda bisa memanfaatkan waktu di tengah kesibukan dan padatnya aktifitas bekerja, banyak keuntungan yang akan didapat seperti yang dilansir dari mayoclinic. Selain energi yang terpakai akan lebih efektif, tubuh bugar, pikiran segar, semangat pun terdongkrak.
|
